Masalah Kependudukan Indonesia Secara Kualitatif

Masalah Kependudukan di Indonesia terbagi menjadi 2, yaitu bersifat Kuantitatif (baca : Masalah Kependudukan Indonesia secara Kuantitatif) dan bersifat Kualitatif. Masalah seperti jumlah penduduk yang besar, persebaran penduduk yang tidak merata hingga cepatnya pertumbuhan penduduk, bisa disebut sebagai masalah kuantitatif.

Pendidikan di Indonesia
Tingkat Pendidikan sebanding dengan tingkat kesejahteraan

Sementara, masalah kependudukan Indonesia yang bersifat kualitatif diantaranya :


1. Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah

Kualitas penduduk Indonesia masih tergolong rendah walau sudah mengalami perbaikan. Hal ini bisa dilihat dari indikator berupa angka kematian dan angka harapan hidup.

Angka kematian tinggi menunjukan kesehatan penduduk yang rendah sementara angka harapan hidup yang tinggi menunjukan tingkat kesehatan yang baik. Masalah kesehatan ini tidak lepas dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatannya, maka semakin baik kualitas makanan dan layanan kesehatan yang didapat.

2. Tingkat Pendidikan yang Rendah

Tingkat pendidikan tidak bisa dijadikan indikator tunggal untuk mengukur kualitas SDM. Diharapkan orang dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki produktivitas yang tinggi pula. Tapi, kenyataannya di Indonesia banyak orang yang berpendidikan tinggi (sarjana) tapi menganggur.

Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan di bidang pendidikan akan membawa dampak positif yang luar biasa terhadap kesejahteraan penduduknya.

3. Tingkat Kemakmuran yang Rendah

Indonesia bukan termasuk negara miskin tapi memiliki kurang lebih 37,5 juta penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan. Kemakmuran biasanya berbanding lurus dengan kualitas SDM, maka semakin baik kualitas SDM-nya, semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya.

Banyak negara yang miskin SDA, tapi SDM-nya berkualitas sehingga penduduknya makmur. Indonesia adalah negara yang kaya dengan SDA dan SDM yang berjumlah sangat banyak. Apakah Indonesia sudah makmur??

No comments:

Post a Comment